Friday, 1 May 2015

Fase Genesis Langit dan Bumi Dan Karakter Manusia

Fase Genesis Langit dan Bumi Dan Karakter Manusia

Fase Pertama
Allah berfirman : Yang Artinya: “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya…”(Q.S. AlAnbiya [21] :30) Ini dimulai dengan sebuah ledakan besar (bigbang) sekitar 12-20 miliar tahun lalu.

Inilah awal genesis lamgit dan bumi terciptanya materi, energy, dan waktu. Nukleosintesis Big Bang. (Islamisasi ilmu)


 Fase Kedua : Allah berfirman yang Artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu” (Q.S. Al-Baqarah [2] : 29)

 Fase Ketiga . Allah SWT firman  yang artinya  “dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.” Q.S An-Nazi’at [79] : 29

Pemadatan kulit bumi yang menjadi dasar lautan dan daratan itulah yang tampaknya dimaksudkan “penghamparan bumi” .sebagaimana Allah SWT berfirman yang Artinya :“dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.”(Q.S. an-Naziat [79] :30)

Karakter Manusia Dalam Berinteraksi dengan Alam Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia, baik langsung maupun tidak langsung. Pada awalnya, interaksi manusia dan lingkungan lebih bersifat alami dan mencakup komponen-komponen seperti, abiotik (yang tidak dapat diperbarui), biotik (yang dapat diperbarui), dan sosial budaya.

Dengan berkembangnya peradaban, manusia dikelilingi oleh berbagai bentuk artefak atau benda-benda hasil karyanya. Interaksi manusia dan lingkungannya berlangsung melalui dua cara: Pertama, manusia dipengaruhi oleh lingkungan. Kedua, manusia memiliki kemampuan untuk mengubah lingkungan. Karakteristik interaksi tersebut berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya atau satu masyarakat dan masyarakat lainnya.


Lingkungan Di daerah perkotaan berkembang lingkungan sosial yang sangat beragam dibandingkan dengan di pedesaan Di daerah yang berbukit (lingkungan alam), rumah-rumah dibangun secara terpencar atau menyebar dalam kelompok-kelompok kecil. Di daerah tropis (lingkungan alam) dengan curah hujan yang tinggi, atap rumah dibangun dengan lereng yang curam supaya air hujan cepat mengalir ke tanah.

Manusia dengan karakter manusia  dan kemanusiaannya  mengubah alam tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga pakaian yang beragam bentuknya, rumah mewah, kendaraan dan lain-lain. Jumlah manusia juga terus meningkat dengan cepat, sehingga jumlah kebutuhannya juga terus meningkat. Akibatnya, sebagian lingkungan alam telah mengalami kerusakan seperti pencemaran air dan udara. Pada masa awal keberadaan manusia, mereka cenderung selalu menyesuaikan diri dengan lingkungan alamnya. Sebagai contoh, manusia yang hidup di hutan pedalaman akan berupaya tinggal di dekat sumber makanan berada karena belum berpikir membudidayakannya.

Seiring dengan berkembangnya kebudayaan, manusia mulai mengembangkan peralatan untuk membantu mereka mengambil dan mengolah sumber daya alam. Karena lebih mudah untuk mengambil dan mengolah sumber daya alam serta makin besarnya jumlah populasi manusia, Manusia tidak lagi hanya mengambil apa adanya dari alam, tetapi berupaya membudidayakannya melalui aktivitas pertanian, perikanan dan peternakan. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat manusia lebih dominan dalam interaksinya dengan alam. Manusia mampu membuka lahan pertanian dan perkebunan yang sangat luas.

Gergaji mesin mampu memotong pohon besar dalam waktu singkat, traktor mampu mengolah lahan dengan cepat, sehingga lahan pertanian dan hasilnya bertambah dengan cepat pula. Manusia juga mampu membangun bendungan untuk mengairi lahan pertanian yang tadinya kekurangan air.

Manusia juga tidak perlu harus tinggal dekat sumber pangan karena ada sarana dan prasarana transporasi yang mampu mengangkut bahan makanan dalam jarak yang sangat jauh. Bahkan, manusia berupaya memodifikasi cuaca dengan mengembangkan teknologi hujan buatan.  

KESIMPULAN Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan bahwa alam, manusia dan al-Qur’an merupakan tiga hal yang saling berkaitan. Dalam al-Qur’an tercakup penjelasan mengenai manusia dan alam dari berbagai sudut. Manusia dapat dikelompokkan menjadi bermacam-macam kategori. Ada manusia yang taat tetapi ada juga yang ingkar. Sebagai objek material, manusia juga dilihat dari segi objek formal, yaitu basyar, nas dan insan. Alam semesta juga merupakan karya Allah yang menampakkan keagungan. Dalam al-Qur’an dijelaskan mengenai bagaimana alam semesta ini bermula/dicipta. Misalnya dalam surat Al-Sajda (surat ke-32) ayat 4 yang artinya: “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa…”

Islamisasi Ilmu  Klik Di sini

7 comments:

  1. proses tebentuknya langit dan bumi ada beberapa fase menurut al-quran, dan dalam hal ini proses terbentunya langit dan bumi pun dapat disingkronkn dengan teori ilmiahnyya

    ReplyDelete
    Replies
    1. saat bumi baru pertama kali dibentuk, bapak saya sudah dagang bakso din :-D
      kidding :-)
      Din, menurut kamu ketika fase kelima yang menyebutkan bahwa "dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup" , apakah biji"an sudah ada saat itu, atau murni tumbuhan itu asalnya dari air ?

      Delete
    2. Allah SWT yg Mahatahu akan segala sesuatu

      Delete
  2. Karena al-qur'an selalu menjadi landasan dari segala unsur keilmuan yang ada di dunia, jelas bahwa manusia dan alam semesta memiliki keterkaitan yang kuat dengan kehendak Allah SWT dalam unsur penciptaan bumi.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Manfaat sekali postingannya, mengingatkan kita bahwa Al-quran sudah menjelaskan secara berulang dalam ayat-ayatnya, Bumi ini milik Allah dan hanya Dia yang menciptakannya. Bumi ini sebuah amanah untuk manusia, kita pemuda islam patut menjadi Khalifah di muka Bumi dan menjaga Bumi dengan baik tidak merusaknya, agar kita tidak termasuk kedalam kategori manusia yang ingkar.

    ReplyDelete
  5. kita sekarang tinggal mensyukuri yang telah di amanahkan oleh yang kuasa

    ReplyDelete

Berikan Kritik dan Saran Anda